Thursday, 13 September 2018

Pusrapi Info: *KISAH RASULULLAH ﷺ*

*KISAH RASULULLAH ﷺ*

Bagian 67

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Nama Yatsrib Menjadi Madinah*

Yatsrib berasal dari nama Yatsrib bin Mahlail. Ia adalah keturunan raja-raja Amaliqah yang dahulu pernah berkuasa di kota itu. Setelah Rasulullah hijrah, beliau mengganti nama Yatsrib menjadi Madinah.

Cuaca di Kota Madinah sangat kering. Pada musim dingin suhunya sangat rendah dan pada musim panas suhunya jauh lebih panas dari pada Mekah. Banyak sahabat Muhajirin yang tidak kuat dengan cuaca tersebut dan jatuh sakit. Mereka dilanda demam tinggi yang melemahkan tubuh. Abu Bakar, Bilal, dan Amir bin Fuhairah termasuk yang jatuh sakit.

Saat sakit, Abu Bakar sering berkata, 
".....mati itu lebih dekat dari pada tali sepatu kita."

Sementara itu, Bilal tidak suka berkata apa-apa jika sedang sakit. Namun, ketika sakitnya hilang, ia sering menangis karena merindukan Mekah sambil berkata, 

"Apakah aku dapat berjalan malam hari di lembah yang di sekelilingku ada pohon-pohon idzkir dan jalil (nama pohon yang banyak terdapat di Mekah). Dan apakah pada suatu hari aku dapat sampai lagi ke tempat air Majinnah dan apakah dapat terlihat lagi olehku Gunung Syamah dan Gunung Thafil (dua buah gunung dekat Mekah)."

Akan halnya dengan Amir bin Fuhairah, jika menderita demam tinggi sering bersyair, 

"Sungguh aku mendapati mati sebelum merasakannya...."

Rasulullah amat prihatin dengan sakit beberapa orang sahabat akibat cuaca panas tersebut. Beliau juga mendengar keluhan-keluhan mereka. Karena itu, Rasulullah pun berdoa kepada Allah, 

"Ya Allah, berikanlah kami rasa cinta pada Kota Madinah sebesar rasa cinta kami pada Mekah, atau bahkan lebih! Ya Allah, berilah berkah pada pekerjaan kami untuk mencari nafkah, sehatkanlah Kota Madinah ini untuk kami, dan pindahkanlah panasnya ke tempat lain yang Engkau kehendaki."

Allah mengabulkan doa Rasulullah itu dan memindahkan panas Kota Madinah ke Dusun Juhfah yang letaknya 82 mil dari Madinah.

Selain berdoa dan mengatasi masalah cuaca, Rasulullah pun melakukan hal lain yang sangat indah agar kaum Muhajirin yang berasal dari Mekah tumbuh rasa cintanya pada Madinah. 


*Tabarruk*

Tabarruk adalah mengaharapkan berkah. 
Suatu ketika, saat Rasulullah tidur, datanglah Ummu Sulaim. Melihat keringat Rasulullah yang sangat harum menetes, Ummu Sulaim menadahnya. Tidak lama kemudian, Rasulullah bangun dan bertanya, 

"Apa yang sedang kamu lakukan, wahai Ummu Sulaim?"

Ummu Sulaim menjawab, 
"Kami mengharap berkahnya untuk anak-anak kecil kami,"

Rasulullah kemudian berkata, "Engkau benar."


*Saling Bersaudara*

Suatu hari, Rasulullah mengumpulkan para sahabat Muhajirin dan Anshar. Di hadapan mereka, beliau bersabda, 

"Hendaklah kalian bersaudara dalam agama Allah dua orang - dua orang."

Para sahabat saling pandang. Beberapa di anatara mereka tersenyum. Kemudian, Rasulullah bersabda, 

"Hamzah bin Abdul Muthalib, singa Allah dan singa Rasul-Nya, bersaudara dengan Zaid bin Haritsah, putra angkat Rasulullah."

Kemudian Rasulullah menyebut nama-nama sahabat lain yang saling dipersaudarakan. Seorang Muhajirin dipersaudarakan dengan seorang dari Anshar. Tercatat dalam sejarah, ada seratus orang yang saling dipersaudarakan. Lima puluh dari Anshar dan lima puluh dari Mihajirin.

Tujuan Rasulullah mempersaudarakan para sahabatnya adalah untuk menghilangkan rasa asing dalam diri sahabat Muhajirin di Kota Madinah. Selama itu, persaudaraan ini ditujukan untuk menunjukkan bahwa semua orang Islam bersaudara. Selain itu, juga agar setiap Muslim menjadi saling menolong yang kuat menolong yang lemah, yang mampu menolong yang kekurangan.

Buah persaudaraan ini akan dirasakan terus selama tahun-tahun sulit yang kelak ditempuh Rasulullah dan para sahabatnya di Madinah. Ternyata, kalangan Anshar memperlihatkan sikap ramah yang luar biasa kepada saudara-saudara Muhajirin mereka.

Sudah sejak semula golongan Anshar menyambut gembira kaum Mihajirin. Mereka begitu mengerti bahwa kaum Muhajirin meninggalkan segala yang mereka miliki, termasuk harta benda dan seluruh kekayaan di Mekah. Sebagian besar dari mereka memasuki Madinah dengan perut lapar tanpa ada lagi yang dapat dimakan. Apalagi mereka memang bukan orang berada dan berkecukupan.

Tentu saja sebagai kaum yang berbudi, kaum Muhajirin tidak begitu saja terlena dengan bantuan saudara-saudara Anshar mereka. Kaum Muhajirin berusaha melakukan banyak pekerjaan agar mereka bisa kembali mandiri secepatnya. 


*Persaudaraan Sejati*

Aqidah Islamiyah adalah dasar persaudaraan sejati. Tidak mungkin dua orang yang berlainan agama bisa bersaudara seerat dua orang yang sama agamanya. Rasulullah menghimpun hati para sahabatnya begitu dekat, sehingga tidak ada perbedaan di antara mereka kecuali ketakwaan dan amal shalih.

Bersambung.....

Monday, 10 September 2018

Pusrapi Info: *"MENUJU MASA TUA"*

*"MENUJU MASA TUA"*

*1. Baki umur ini pendek,*
"selagi selera.....makanlah"
"selagi layak........pakailah"
"Selagi manfaat......belilah" 
"Selagi sihat.....mengembaralah
"Selagi lapang ... bersilaturahimlah
"Selagi boleh........bersedekah"
"Selagi mampu .... berjihadlah"
"Selagi bernyawa.. beribadahlah
*Nikmati hidup seadanya.* 

*2.* Dulu kita berusaha, utk memiliki. Kini waktunya untuk melepaskan harta, pangkat, anak, isteri semua akan kembali kepada-NYA. *Bahagia terletak pada keikhlasan.*

*3.* Sehari berlalu, umur berkurangan, berbuat baiklah dan sentiasa ingat Allah kerana *kita tidak tahu bila akan dipanggil.*

*4.* Hidup ini sangat singkat dalam sekejap kita mulai tua dan *pasti masuk KUBUR..*  Menyesal di dunia masih ada jalan, jangan menyesal dalam kubur tidak berguna lagi.

*5.* Jangan tengok ke atas, akan sentiasa merasa kurang, tengok ke bawah boleh merasa cukup dan syukuri apa adanya pasti bahagia. *Bersyukurlah..*

*6.* Yang terbaik adalah berbuat  baik, membantu orang lain, *Jangan  menyakiti, latih diri dgn berbaik sangka , agar sehat zahir batin.*

*7.* Kasih orang ibubapa tidak ada batas. Sedarlah, bila anak sakit, ibubapa bagai terhiris dan susah hati namun apabila  ibubapa sakit anak cuma tengok dan bertanya.
Anak-anak memakai wang ibubapa seperti kewajipan, tetapi ibubapa memakai wang anak, boleh bawa masalah. *Cukupilah diri sendiri jangan berharap pemberian anak.*

*8.* Rumah ibubapa adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah ibubapa. *Sedarilah.* 

*9.* Ibubapa selalu mendoakan anak, tapi anak jarang  mendoakan ibubapa. Maka *beramallah kita dgn amal yg banyak, jangan bergantung kepada doa anak.*

*10.* Kebaikan dan keburukan sebagai ujian dan tidak akan berakhir sampai kita mati. *Hadapilah dgn syukur dan sabar.*                                                                                                                                                                               Kalau anak-anak sudah berkeluarga dan meninggalkan kita, giliran kita untuk kembali memikirkan diri kita sendiri . . .

*Renungan menjelang tua . . .*

*Bila kita tua* ...
Luangkan waktu bersama pasangan anda kerana salah seorang drpd kita akan pergi lebih dahulu dan yang masih hidup hanya mampu menyimpan kenangan yang indah.

*Bila kita tua* ... 
Akan tiba masanya mau berjalan ke pintu saja susah, sementara masih berkemampuan, jalan2 lah kebeberapa banyak tempat untuk mengingatkan
kan kita tentang kebesaran Allah, utk mengkagumi keindahan ciptaan NYA.

*Bila kita tua* ... 
Jangan susahkan  diri *memikirkan anak2 secara berlebihan*. 
Mereka akan mampu berusaha sendiri. 
Cuma tentukan hutang anda lunas sebelum meninggal dunia supaya mereka tidak menanggung beban yang anda tinggalkan.

*Bila kita tua* ... 
Terimalah penyakit apa adanya.  Kerana semua sama,  kaya atau miskin akan melalui proses yang sama, yaitu: lahir bayi, kanak2, dewasa, tua, sakit & mati.

"Selagi diberi kekuatan, berjihadlah di Jalan Allah mengikut kemampuan yang ada. Moga mendapat *rahmat dan keredhaan dari ALLAH.*

*Kata2 nasihat* ... 
"Cari kawan yg seperti cermin, kita gembira dia gembira, kita sedih dia ikut sedih. 

Selamat menikmati Masa Tua dengan Bahagia .....

Friday, 7 September 2018

Pusrapi Info: Tahukah anda Pemimpin Islam Andalusia

Tahukah..?

Pemimpin muslim terakhir di Andalusia (Sepanyol), Abdillah Muhammad  Al Ahmar, keluar dari istana kerajaan dgn hina.  Pada malam itu, Andalusia telah jatuh ke tangan kerajaan Katolik setelah berada di bawah kekuasaan Islam selama lebih dari 800 tahun.  Dia tinggalkan istana dgn hati yg pilu. Dadanya sesak. 

Sebaik sampai di sebuah bukit yg cukup tinggi, dari sana ia memandang Istana Al Hambra.  Dia  menangis tersedu-sedu hingga janggutnya basah kuyup dgn air mata. 😪😪

Melihat hal itu, ibunya berkata, "Menangislah!  Menangislah seperti perempuan! Kerana kau tidak mampu menjaga kerajaanmu seperti laki-laki perkasa! "

Kekuasaan Islam berakhir di Andalusia.  Sejak itu, belum pernah bangkit lagi kecemerlangan itu. Umat Islam di sana diberi pilihan ; Masuk Kristian, dibunuh atau diusir.

Tahu apa penyebab jatuhnya Andalusia ?

1⃣ Cinta dunia
2⃣ Meninggalkan dakwah dan jihad
3⃣ Bergelumang dengan perkara-perkara dosa
4⃣ Menyerahkan urusan bukan pada ahlinya
5⃣ Jahil agama

Bayangkan jika negara kita nanti telah jatuh total ke tangan orang kafir, ketika itu barulah  pemuda-pemuda Islam akan menangis ... dan ibu2 mereka berkata, "Menangislah seperti perempuan!   engkau tidak  menjaga negara ini sebagaimana seorang laki2 perkasa! 

Maka bersiaplah wahai pemuda Islam.
Pelajari baik-baik 5 faktor di atas. Ambillah iktibar. Jangan lagi leka dengan seronok dunia;  game, lepak, fb yang sia-sia, suka buang masa tanpa aktiviti yang berguna, selesa dengan bantuan orang lain dan sebagainya...  Faktor  kejatuhan itu akan berulang &  selalu sama.

Wahai ibu & ayah bendunglah anak-anak mudamu, bentuklah mereka, bantulah mereka menjadi muslim mukmin yang berguna

🗣 Wahai ibu, wahai ayah, wahai anak-anak muda,  

Jika kamu tidak dapat menjadi garam yg dapat menjaga daging, jangan pula menjadi ulat yg merosakkannya.  Kalau kamu tidak dapat menjadi pejuang, jangan pula menjadi pengkhianat ( penipu, pencuri, perasuah, pemecah amanah, penagih dan sebagainya )

Wallahul musta'an

Wednesday, 5 September 2018

Pusrapi Info: Amalan Kulit Cantik Semulajadi Cara Siti Aisyah r.a

Dato’ Dr. Fatma El-Zahra Berkongsi Amalan Kulit cantik seperti Saidatina Aisyah r.a

Setiap wanita pasti ingin kelihatan menarik, tak kira tua atau muda. Menarik dan menawan tak semestinya waktu muda saja, walau berusia, sesorang wanita itu boleh kelihatan menarik dan mempesona. Kata pepatah Inggeris, ‘look great at your age’. Jadi petua di bawah ini boleh diamalkan oleh sesiapa saja, samada tua atau muda.

Petua ini diajarkan oleh Dato’ Dr. Fatma El-Zahra untuk awet muda, menawan dan berseri. Kita boleh amalkan kesemua cara-cara di bawah ataupun boleh amalkan 1 cara sahaja, asalkan kita istiqamah mengamalkannya.

Cara 1:

Dilakukan selepas solat Isyak · ambil air segelas · baca al-Fatihah sekali · Ayatul Qursi sekali · Surah Al-Waqiah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. · Tiup dalam air dan minum. Niat dlm hati utk menjaga kecantikan diri & utk kebahagiaan rumahtangga.

Cara 2:

Zikir di bawah dibaca untuk kita sentiasa kelihatan berseri, awet muda luaran dan dalaman, amalkan membaca zikir dengan cara seperti berikut:

Baca ” Ya Badiyah ” 1 x Baca ” Ya Nur ” 1x Baca ” Ya Hadi ” 1 x Baca ” Ya Allah ” 3x Baca zikir di atas dan tiup ke tapak tangan, kemudian sapu ke muka kita. Lakukan setiap hari.

Cara 3: . Amalkan membaca ayat2 seperti berikut ; . Baca ayat ke 35, 36, 37 dan 38 dari surah al-Waqiah pada tiap selepas solat subuh. . Selepas baya ayat2 ini, hembuskan pada air dan kemudian minum air tersebut. . Kaedah ini diamalkan supaya kelihatan cantik, muda dan bertenaga luar dan dalam.

2 Bahan Natural Yang Para Isteri Nabi Guna Untuk Menjaga Kecantikan Mereka

Ada di antara kita mungkin pernah tertanya-tanya macam mana para isteri Nabi Muhammad SAW menjaga kecantikan mereka sesuai dengan tuntutan Islam dan apakah bahan-bahan kosmetik yang digunakan pada zaman itu?

Maka, artikel kali ini menampilkan rahsia kecantikan para isteri Rasulullah SAW yang kita kenali seperti Saidatina Aisyah R.A.

Tiada Rahsia – Guna Timun dan Kurma Basah

Percaya atau pun tidak, rahsia Siti Aiyah R.A kekal cantik dan bagaimana beliau menjaga penampilannya adalah hanya menggunakan timun dan kurma basah saja. Lebih-lebih dalam mendapatkan bentuk tubuh badan yang ideal seperti tubuh kurus cengking menjadi lebih berisi. Malah Rasulullah SAW sendiri pun menggunakan cara ini dalam menjaga kesihatannya.

Kurma Nabi

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis, Aisyah RA berkata “ibuku mengubatiku agar aku kelihatan gemuk, saat dia hendak mempertemukan aku dengan Rasulullah SAW dan usaha itu tidak membuahkan hasil sehingga aku makan timun dengan kurma basah. Kemudian aku menjadi gemuk dengan bentuk yang ideal”- HR Ibnu Majah

Tips kreatif untuk amalkan supaya meraih kecantikan dalaman adalah makan timun Jepun segar dan minum air atau jus kurma yang dikisar setiap pagi atau sebelum tidur.

Untuk kecantikan luaran pula, kita juga boleh letakkan hirisan timun yang pada kelopak mata saat terpejam bagi menghilangkan noda hitam pada kantung mata akibat kurang tidur.

Selain itu, timun dan kurma yang dikisar bersama dapat dijadikan sebagai masker wajah. Ia merupakan ramuan alami untuk meremajakan sel-sel kulit wajah agar tetap awet muda. Bagi mereka yang mahu langsingkan tubuh, hanya amalkan minum jus timun 1 gelas setiap hari kerana timun sangat rendah kalori dan kaya serat.

Dengan mineral air, silica dan vitamin yang terkandung dalam timun, kuku boleh dirawat dan terjaga keindahannya. Caranya dengan mengosok kuku dengan hirisan timun sebanyak 2 kali dalam seminggu. Begitu juga dengan menjaga kesuburan dan menguatkan rambut.

Hilangkan Jerawat Dengan Oleskan Minyak Wangi Dzarirah

Antara rahsia kecantikan lain yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para isteri untuk hilangkan jerawat di wajah ialah dengan mengoleskan minyak wangi dzarirah. Hal ini pernah disebutkan dalam sebuah riwayat.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, jerawat atau batsrah (Bahasa Arab) adalah sejenis benjolan kecil yang terdiri dari zat panas yang tumbuh secara alami. Jerawat perlu ditunggu agak matang, kemudian baru dipecahkan dan dikeluarkan isi kotornya.

Minyak Wangi Dzarirah 

Minyak wangi dzarirah mengandungi khasiat untuk melakukan proses itu. Ia mematangkan dan mengeluarkan isi jerawat, mendinginkan panas jerawat di samping memberikan bau yang wangi.

Apa itu dzarirah sebenarnya? Ia merupakan tumbuhan herba yang dibentuk dari sari batang pohon dzarirah. Sifatnya yang panas dan kering berguna untuk mengatasi jerawat, radang dan menguatkan jantung.

Ibnu As-Sunni peroleh maklumat ini daripada beberapa isteri Nabi Muhammad SAW. Mereka bercerita, suatu hari Rasulullah SAW menemui mereka dan melihat di antara jari mereka tumbuh semacam jerawat. Rasulullah SAW lantas bertanya, “Engkau punya minyak wangi dzarirah?” Mereka menjawab, “Ada”.

Rasulullah SAW berkata, “letakkan di jerawatmu itu seraya membaca doa, ‘Ya Allah yang mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, kecilkanlah jerawatku ini.” Hadis yang diakui oleh Adz-Dzahabi di atas dikeluarkan oleh Al-Hakim (sanadnya sahih).

Dalam kitab Sahih Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan, Siti Aisyah R.A menceritakan bahwa dirinya yang memegang minyak wangi dzarirah, meletakkan minyak itu kepada Rasulullah SAW. Peristiwa itu terjadi pada hajjatul wada’ (haji perpisahan) untuk melakukan tahallul (mencukur rambut) dan ihram.


Pusrapi Info: Renung-renungkan bersama.

Bukan saya yang cakap😂

💂🏻Orang Inggeris
bila berseorangan dia akan mengembara dalam negaranya.
Bila berdua, mereka akan mengembara ke negara org lain.
Bila bertiga atau ramai, mereka akan menjajah negara orang.

👲🏻Orang Cina
bila berseorangan, dia akan berfikir.
Bila berdua, mereka akan berniaga di negaranya sendiri.
Bila bertiga atau lebih, mereka akan berniaga di negara orang..

👨🏻Orang Melayu
bila berseorangan, dia akan tidur.
Bila berdua, mereka akan bersembang.
Bila bertiga, mereka akan bergaduh..

Betul ke?

Monday, 3 September 2018

Pusrapi Info: Ketahui 33 Niat Penting Ketika Membaca Al-Quran

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
‎اللهم صل على محمد وآل محمد

_Ya Allah…._
_Sihatkan Tubuh Badanku,_
_Tambahkan Ilmu Pengetahuanku,_
_Berkatkan Rezekiku._
_Tingkatkan amal Ibadatku untuk taat perintahmu._
_Ya Allah Jadikan Hatiku Sentiasa Ingat Pada Mu._

‎💝💞اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ💝💞
‎💝💞اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ💝💞
‎💝💞اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ💝💞

Pusrapi Info:- *Ketahui 33 Niat Penting Ketika Membaca Al-Quran*

OLEH USTAZ IQBAL ZAIN.

Ramai dalam kalangan saudara muslim kita ketika membaca Al-Quran berniat semata-mata untuk pahala dan masing-masing kurang mengetahui tentang kelebihan besar Al-Quran, iaitu seseorang akan mendapat apa saja yang dia niatkan ketika dia membaca Al-Quran. Ini sebagaimana yang disabdakan oleh Sayyidina Rasulullah SAW :

“Sesungguhnya setiap amal yang dilakukan itu diukur atas niatnya dan seseorang akan mendapat (hasil amalnya) apa yang dia niatkan.”

فالقرءان منهج حياة والنية تجارة العلماء فمن هذا المبدأ والمنطلق أردت أن أذكر نفسي وإخواني ببعض النوايا عند القراءة ومنها
Al-Quran itu adalah panduan cara hidup, sehingga niatnya itu adalah perniagaan para ulama untuk mendapatkan keuntungan.

Dari dua prinsip ini, saya ingin mengingatkan diri saya dan saudara sekalian dengan beberapa dari niat-niat ketika membaca Al-Quran, antaranya :

*#1 – Tujuan Belajar Dan Beramal*

(اقرأ القرآن لأجل العلم والعمل به)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan belajar dan beramal dengannya.

*#2 – Tujuan Memohon Hidayah*

(اقرأ القرآن بقصد الهداية من الله)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan memohon hidayah dari Allah SWT.

*#3 – Tujuan Bermunajat*

(اقرأ القرآن بقصد مناجاة الله تعالى)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan untuk bermunajat kepada Allah.

*#4 – Tujuan Menyembuhkan Penyakit*

(اقرأ القرآن بقصد الإستشفاء به من الأمراض الظاهرة والباطنة)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan menyembuhkan penyakit zhohir dan batin.

*#5 – Tujuan Meminta Dikeluarkan Daripada Kegelapan Kepada Cahaya*

(اقرأ القرآن بقصد أن يخرجنى الله من الظلمات إلي النور)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan meminta kepada Allah SWT untuk mengeluarkan saya dari kegelapan (maksiat) kepada cahaya (iman).

*#6 – Niat Untuk Ubat Bagi Hati Yang Keras*

(اقرأ القرآن لأنه علاج لقسوة القلب فيه طمأنينة القلب وحياة القلب وعمارة القلب)
Saya niat membaca Al-Quran ini karena ia merupakan ubat bagi hati yang keras, dengan Al-Quran ini hati menjadi tenang, hidup dan makmur (dengan iman).

*#7 – Tujuan Untuk Menikmati Hidangan*

(اقرأ القرآن بقصد أن القرآن مأدبة الله تعالى)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan (untuk menikmati) jamuan atau hidangan dari Allah Taala.

*#8 – Tujuan Supaya Tidak Termasuk Dalam Golongan Yang Lalai*

(اقرأ القرآن حتى لا أكتب من الغافلين وأكون من الذاكرين)
Saya niat membaca Al-Quran ini supaya saya tidak ditulis termasuk dari golongan orang yang lalai; bahkan saya ingin ditulis sebagai golongan orang yang mengingat Allah.

*#9 – Tujuan Untuk Menambah Keyakinan*

(اقرأ القرآن بقصد زيادة اليقين والإيمان بالله)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan untuk menambahkan keyakinan dan keimanan kepada Allah.

*#10 – Niat Mentaati Perintah Allah*

(اقرأ القرآن بقصد الإمتثال لأمر الله تعالي بالترتيل)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan mentaati perintah Allah SWT yang memerintahkan untuk membaca Al-Quran dengan tartil.

*#11 – Niat Untuk Mendapat Pahala Dan Kebaikan*

(اقرأ القرآن للثواب حتى يكون لى بكل حرف ١٠ حسنات والله يضاعف لمن يشاء)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan mendapat pahala sehingga dituliskan 10 ganjaran kebaikan bagi saya atas setiap satu huruf yang saya baca, sesungguhnya Allah melipatgandakan ganjaran bagi orang yang Dia kehendaki.

*#12 – Niat Untuk Mendapat Syafaat*

(اقرأ القرآن حتى أن أنال شفاعة القرآن الكريم يوم القيامة)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan untuk mendapat syafaat Al-Quran pada hari kiamat kelak.

*#13 – Tujuan Untuk Mengikut Wasiat Nabi*

(اقرأ القرآن بقصد إتباع وصية النبى ﷺ)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan mengikuti wasiat Nabi SAW.

*#14 – Tujuan Supaya Allah Mengangkat Darjat Diri Dan Umat Islam*

(اقرأ القرآن حتى يرفعنى الله به ويرفع به الأمة)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan semoga Allah SWT mengangkat derajat saya dengan Al-Quran dan mengangkat darjat umat ini dengan Al-Quran.

*#15 – Tujuan Supaya Allah Mengangkat Darjat Di Syurga*

(اقرأ القرآن حتى أرتقي في درجات الجنة وألبس تاج الوقار ويكسي والداى بحلتين لا يقوم لهما الدنيا)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan untuk dinaikkan kedudukan saya di syurga dan dapat dipakaikan mahkota kemuliaan, dan untuk ibu bapa saya semoga dipakaikan juga dengan perhiasan yang tidak diberikan ketika di dunia.

*#16 – Niat Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah*

(اقرأ القرآن بقصد التقرب إلي الله بكلامه)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kalamNya.

*#17 – Niat Agar Dimasukkan Dalam Golongan Ahlillah*

(اقرأ القرآن حتى أكون من أهل الله وخاصته)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar dimasukkan kedalam golongan ahlillah dan daripada golongan orang-orang yang khusus.

*#18 – Niat Agar Dimasukkan Dalam Golongan Ahli Yang Mahir Membaca Al-Quran*

(اقرأ القرآن بقصد أن الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan (agar termasuk dalam golongan) orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para Malaikat yang mulia lagi taat.

*#19 – Niat Agar Diselamatkan Daripada Ahli Neraka*

(اقرأ القرآن بقصد النجاة من النار ومن عذاب الله)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar diselamatkan daripada neraka dan azab Allah.

*#20 – Niat Agar Hati Rasa Kebersamaan Dengan Allah*

(اقرأ القرآن حتى أكون في معية الله تعالي)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar hati saya dapat merasakan kebersamaan dengan Allah SWT.

*#21 – Niat Supaya Tidak Mensia-siakan Umur*

(اقرأ القرآن حتى لا أرد إل أرذل العمر)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar tidak menghinakan atau mensia-siakan umur.

*#22 – Niat Agar Al-Quran Menjadi Saksi Kebaikan*

(اقرأ القرآن حتى يكون حجة لى لا علىّ)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar ia menjadi saksi kebaikan bagi saya dan tidak pula menjadi saksi keburukan ke atas saya.

*#23 – Niat Memandang Mushaf Ialah Satu Kebaikan*

(اقرأ القرآن بقصد أن النظر في المصحف عبادة)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan untuk melihat kepada mushaf yang mana perbuatan itu adalah satu ibadah.

*#24 – Niat Agar Allah Mengurniakan Sakinah*

(اقرأ القرآن حتى تنزل علىّ السكينة وتغشانى الرحمة ويذكرنى الله فيمن عنده)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar diturunkan sakinah(ketenangan) ke atas saya, dan diliputi rahmat buat diri saya, dan disebut nama saya oleh Allah SWT kepada makhluk di sisiNya.

*#25 – Tujan Mendapat Kebaikan*

(اقرأ القرآن بقصد الحصول على الخيرية والفضل عند الله)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan mendapat kebaikan dan kelebihan di sisi Allah.

*#26 – Niat Supaya Aroma Mulut Menjadi Harum*

(اقرأ القرآن حتى يكون ريحي طيب)
Saya niat membaca Al-Quran agar aroma (bau mulut) saya menjadi harum (dengan lantunan Quran).

*#27 – Niat Agar Tidak Tersesat Di Dunia*

(اقرأ القرآن حتى لا أضل في الدنيا ولا أشقي في الآخرة)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar saya tidak tersesat di dunia dan tidak ditimpa celaka di akhirat.

*#28 – Niat Agar Terhindar Dari Kesedihan, Kerisauan Dan Kegusaran*

(اقرأ القرآن لأن الله يجلى به الأحزان ويذهب به الهموم والغموم)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar Allah menghindarkan diri saya dengan sebab membaca Al-Quran dari segala kesedihan, serta menghilangkan kerisauan dan kegusaran.

*#29 – Niat Agar Al-Quran Menjadi Teman Di Alam Kubur*

(اقرأ القرآن ليكون أنيسي في قبري ونور لي علي الصراط وهادياً لي في الدنيا وسائقاً لي إلى الجنة)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar ia menjadi teman saya di dalam kubur dan cahaya bagi saya ketika melintasi titian Sirath, dan petunjuk saya ketika di dunia, dan pemandu saya untuk ke syurga.

*#30 – Tujuan Agar Allah Mentarbiah Saya*

(اقرأ القرآن ليربينى الله ويؤدبنى بالأخلاق التي تحلى بها الرسول ﷺ)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan agar Allah mentarbiah saya, dan mengajar adab kepada saya dengan akhlak yang dihiaskan akannya kepada Rasulullah SAW

*#31 – Tujuan Agar Dapat Menyibukkan Diri Dengan Yang Haq*

(اقرأ القرآن لأشغل نفسي بالحق حتى لا تشغلني بالباطل)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan menyibukkan diri saya dengan Al-Haq, sehingga tidak mampu kebatilan yang menyibukkan saya.

*#32 – Niat Mujahadah Melawan Nafsu*

(اقرأ القرآن لمجاهدة النفس والشيطان والهوى)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan untuk mujahadah melawan nafsu, syaitan dan keinginan kepada selain Allah.

*#33 – Niat Agar Allah Memisahkan Diri Dengan Al-Kafirin*

(اقرأ القرآن ليجعل الله بينى وبين الكافرين حجاباً مستوراً يوم القيامة)
Saya niat membaca Al-Quran ini dengan tujuan memohon agar Allah memisahkan saya dengan para kafirin di akhirat kelak.

(فهيا لنكون من أهل القرآن، وهذه هي التجارة مع الله المضمونة الرابحة والتي يعطى الله عليها من فضله الكريم وعطائه الذي لا ينفد)
Maka marilah kita menjadi ahlil Quran, yang telah dijamin keuntungannya, yang mana keuntungan itu Allah SWT kurniakan atas sifat pemurahNya dan sesungguhnya segala pemberianNya itu tidak akan habis.

KONGSIKAN ARTIKEL INI

Nabi Muhammad s.a.w berpesan, “sampaikanlah dariku walau satu ayat” dan “setiap kebaikan adalah sedekah.” Apabila anda kongsikan artikel ini, ia juga adalah sebahagian dari dakwah dan sedekah. Insha'Allah ramai yang akan mendapat manfaat.

Kepada yang ingin mencuba keberkesanan Produk Pusrapi @ mendapatkan rawatan bolehlah hubungi kami untuk tempahan@temujanji: 

Ustazah Siti (Kulim) 019-449 9929 
Ustazah Husna (Jitra/Alor Setar) 019-4328463
Ustazah Wahida (Pauh Jaya) 012- 552 0195
Ustaz Syamizam (Alma Jaya) 019-5896783 
Ustazah Min (Alma Jaya) (017-426 6908)
Ustazah Rahmah (Alma Jaya) 012-449 5689
Siti Sarah  (Pulau Pinang Island)013-451 3459
Pn. Nor Aniza (Bangi)(012-319 2542)
Ustaz Mfedzly Faudzi (Sungai Petani) 0192446855Ustazah Lyana Rahim (Sungai Petani) 0195004594
Siti Rahayu (Manjung): 013-4888201
Radhi & Mira (Johor) : 013-360 8577
Husna (Pahang) : 019 4228228
Ustazah Naza:019-576 3004
Pn.Samihah Stokis Eksklusif Pusrapi: 019 525 7067

Website : http://www.pusrapi.com/
Blogs : http://pusrapi.blogspot.com/
Facebook: https://www.facebook.com/Sembuh.Tanpa.Ubat

Indah Islam Memberi Rahmat,
Al-quran Sunnah Pegangan Umat,
Bila sakit rindu sihat,
Sunnah Nabi Terbukti Hebat  ,

"Hidup Lebih Sihat...Bila Sunnah Terpahat" ✿‿✿

Pusrapi
Sembuh.Tanpa.Ubat
(◕‿◕)
‎والله أعلم بالصواب
Wallahu A’lam Bish Shawab
(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)

Saturday, 1 September 2018

Pusrapi Info: Kehebatan ilmu Imam Shafie

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎اللهم صل على محمد وآل محمد


_Ya Allah…._

_Sihatkan Tubuh Badanku,_

_Tambahkan Ilmu Pengetahuanku,_

_Berkatkan Rezekiku._

_Tingkatkan amal Ibadatku untuk taat perintahmu._

_Ya Allah Jadikan Hatiku Sentiasa Ingat Pada Mu._


‎💝💞اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ💝💞

‎💝💞اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ💝💞

‎💝💞اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ💝💞


Pusrapi Info: Kehebatan ilmu Imam Shafie





Kehebatan ilmu Imam Shafie : Dialog bersama Harun al-Rashid.

Al-Hafiz al-Baihaqi meriwayatkan Imam Shafie pernah suatu hari menghadiri majlis yang diadakan oleh Khalifah Harun al-Rashid. Muhammad bin al-Hasan turut hadir.

Khalifah berpaling kepada Imam Shafie, lalu bertanya: ‘Wahai Ibn Idris! Bagaimana penguasaanmu terhadap Kitab Allah azza wa Jalla? ’

Jawab Imam Shafie: ‘Kitab Allah Azza wa Jalla yang mana satu engkau tanya? kerana Allah Subhanahu wa Taala menurunkan beberapa buah kitab; 58 buah kitab ke atas 7 para Nabi as.

Allah turunkan ke atas Adam, Shith as 30 sahifah. Semuanya perumpamaan.

Allah turunkan ke atas Akhnukh (Nabi Idris) as 16 sahifah. Semuanya hikmah dan ilmu mengenai alam tinggi (al-Malakut al-A’la).
Allah turunkan ke atas Ibrahim as 8 suhuf. Di dalamnya kefardhuan dan Nazar.

Allah turunkan ke atas Musa as Taurat. Kebanyakannya amaran dan nasihat. Allah turunkan ke atas Isa as Injil, untuk menerangkan kepada Bani Israel perkara yang mereka perselisihkan dalam Taurat.
Allah turunkan ke atas Daud as kitab (iaitu Zabur). Semuanya doa dan nasihat.

Allah turunkan ke atas SayyidilBashar (ketua segala manusia) Muhammad saw al-Furqan. Ia menghimpunkan segala kitab terdahulu.

Allah Taala berfirman, maksudnya:
“ Dan (ingatkanlah tentang) hari Kami bangkitkan dalam kalangan tiap-tiap umat, seorang saksi terhadap mereka, dari golongan mereka sendiri; dan Kami datangkanmu (wahai Muhammad) untuk menjadi saksi terhadap mereka ini (umatmu); dan Kami turunkan kepadamu al-Quran menjelaskan tiap-tiap sesuatu dan menjadi hidayah petunjuk, serta membawa rahmat dan berita yang menggembirakan, bagi orang-orang Islam” An-Nahl: 89

Dan firmanNya bermaksud:
“Alif, Lam, Raa. Al-Quran sebuah kitab yang tersusun ayat-ayatnya dengan tetap teguh, kemudian dijelaskan pula kandungannya satu persatu. (Susunan dan penjelasan itu) adalah dari sisi Allah Yang Maha Bijkasana, lagi Maha Mendalam pengetahuanNya.” Hud:1

Khalifah Harun al-Rashid berkata: ‘Engkau telah menjawab dengan baik melalui huraianmu. Tetapi maksudku ialah al-Quran yang diturunkan ke atas SayyidilMursalin Muhammad saw yang diperintah Allah supaya kita menerimanya, dan memerintahkan kita supaya beramal dengan ayat muhkamnya dan beriman dengan ayat mutasyabihnya.’

Imam Shafie menjawab: ‘Ayat yang mana satu engkau tanya? Tentang muhkamnya, mutasyabih, nasikh atau mansukhnya? Kerana terdapat ayat itu hukumnya thabit sedangkan bacaannya diangkat; di antaranya bacaannya thabit dan hukumnya terangkat, atau engkau tanyakan aku tentang perbandingan dan perumpamaan yang Allah buat, atau beberapa kisah umat terdahulu.’

Imam Shafie terus menjawab dengan menyebut 73 bentuk…

Harun al-Rashid berkata: ‘Hei Shafie! Adakah ilmumu meliputi semua ini?’

Imam Shafie menjawab: ‘Wahai AmirulMukminin! Ujian terhadap orang yang bercakap ialah seperti api yang membakar perak. Ia akan menzahirkan yang mana baik, yang mana buruk.’

Harun al-Rashid berkata: ‘Aku tidak pandai mengulangi apa yang engkau sebutkan, tetapi aku akan bertanya tentangnya di majlis yang lain. Bagaimana pula penguasaanmu terhadap Sunnah Rasulullah saw?’

Imam Shafie berkata: ‘Aku mengetahui dari Sunnah itu apa yang keluar dalam bentuk wajib, tidak boleh meninggalkannya sebagaimana tidak boleh meninggalkan apa yang diwajibkan Allah dalam al-Quran, apa yang keluar dalam bentuk ta’dib, apa yang keluar dalam bentuk nadb (sunat), apa yang keluar dalam bentuk khas..yang tidak dimasuki oleh am, apa yang keluar dalam bentuk umum..yang termasuk di dalamnya khusus, apa yang keluar sebagai jawapan dari orang yang bertanya..tidak boleh selainnya untuk menggunakannya, apa yang keluar buat pertama kalinya…kerana banyaknya ilmu di dalam dada Nabi saw, apa yang dibuat khusus untuk dirinya dan menjadi ikutan orang tertentu dan awam, dan apa yang khusus untuk dirinya..lalu tidak dikongsi perkara itu dengan orang lain.’

Harun al-Rashid berkata: ‘Barakallahu fik (Moga Allah memberkatimu) wahai Shafie! Engkau telah menjawab dengan baik. Bagaimana pula penguasanmu terhadap Bahasa Arab?’

Imam Shafie menjawab: ‘Bahasa Arab itulah medan kami. Tabiat kami telah terbiasa dengannya. Lidah kami menuturinya. Bahasa Arab itu telah menjadi seperti kehidupan kami, ia tidak sempurna melainkan dengan keselamatan bahasa Arab. Aku dilahirkan tanpa mengenal lahn/kesilapan dalam bahasa Arab.’

Harun al-Rashd berkata: ‘Mudah-mudahan Allah membanyakkan di kalangan keluargaku orang sepertimu.’

Khalifah memerintahkan supaya diberikan 1000 dinar kepada Imam Shafie. Imam Shafie menerimanya. Khalifah ketawa, sambil berkata: ‘Alangkah bijaknya engkau, alangkah mendalamnya ilmu engkau. Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu…’

Khalifah memerintahkan khadamnya mengikut Imam Shafie supaya melihat apa yang dibuat oleh Imam Shafie terhadap wang tersebut. Imam Shafie membahagi-bahagikan wang tersebut sebekas sebekas hingga ia sampai ke satu pintu. Tidak ada bersamanya melainkan satu bekas wang lalu diberikannya kepada khadam Khalifah itu.

Khadam tersebut memberitahu perkara tersebut kepada Khalifah Harun al-Rashid. Al-Rashid berkata: ‘dengan inilah hemmahnya hilang dan kuatlah ujiannya (faragha hammuhu wa qawiat minnatuhu)

Pandangan saya:

1) Imam Shafie sememangnya seorang tokoh ternama dalam sejarah Islam. Sebagai beradab, jangan perlekehkan ketokohannya.

2) Seseorang tinggi di sisi Allah kerana ilmunya, bukan kerana pangkat dan jawatannya.

3) Penguasaan terhadap al-Quran dan Hadis adalah asas ilmu sebenar. Kalau kail hanya sejengkal di dalam bidang al-Quran atau Hadis, tolong jangan mendabik dada ( atau perasan) sebagai pakar atau hebat.

4) Perkataan yang keluar dari mulut menjadi indikator kepada kredibiliti ilmu dan peribadi seseorang.

5) Ketinggian ilmu si ulama yang benar tidak menjadikan ia buta hati terhadap ganjaran harta yang diberi.

6) Pemerintah yang adil termasuk pemerintah yang meletakkan ulama pada tempatnya yang sebenar dan bersedia menerima pandangan ulama.

7) Kebijaksanaan berucap ialah untuk menegakkan kebenaran, bukannya menunjukkan keegoan.

Kepada yang ingin mencuba keberkesanan Produk Pusrapi @ mendapatkan rawatan bolehlah hubungi kami untuk tempahan@temujanji: 

Ustazah Siti (Kulim) 019-449 9929 
Ustazah Husna (Jitra/Alor Setar) 019-4328463
Ustazah Wahida (Pauh Jaya) 012- 552 0195
Ustaz Syamizam (Alma Jaya) 019-5896783 
Ustazah Min (Alma Jaya) (017-426 6908)
Ustazah Rahmah (Alma Jaya) 012-449 5689
Siti Sarah  (Pulau Pinang Island)013-451 3459
Pn. Nor Aniza (Bangi)(012-319 2542)
Ustaz Mfedzly Faudzi (Sungai Petani) 0192446855Ustazah Lyana Rahim (Sungai Petani) 0195004594
Siti Rahayu (Manjung): 013-4888201
Radhi & Mira (Johor) : 013-360 8577
Husna (Pahang) : 019 4228228
Ustazah Naza:019-576 3004
Pn.Samihah Stokis Eksklusif Pusrapi: 019 525 7067

Website : http://www.pusrapi.com/
Blogs : http://pusrapi.blogspot.com/
Facebook: https://www.facebook.com/Sembuh.Tanpa.Ubat

Indah Islam Memberi Rahmat,
Al-quran Sunnah Pegangan Umat,
Bila sakit rindu sihat,
Sunnah Nabi Terbukti Hebat  ,

"Hidup Lebih Sihat...Bila Sunnah Terpahat" ✿‿✿

Pusrapi
Sembuh.Tanpa.Ubat
(◕‿◕)
‎والله أعلم بالصواب
Wallahu A’lam Bish Shawab
(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)