Friday, 24 May 2013

Kisah Rasulullah SAW Dengan Pengemis Yahudi Buta

بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ
اللهم صل على محمد وآل محمد
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sebelum ini....Ana ada kongsikan "Kisah Rasulullah SAW Dengan Pengemis Yahudi Buta" - Alhamdulillah ada teguran dari Saudara2.....Islam yang care tentang kesahihan diikuti dengan hadis palsu.....mohon pada pembaca2 yang sebelum ini ada terbaca kisah itu mencari kebenaran sebaran kisah yang diawalnya dianggap satu yang menarik......namun ada sesuatu yang sukar dinyatakan siapakah yang telah mengolah kisah itu hingga menarik perhatian pembaca....

Ternyata setelah dicari-cari kami TIDAK menemukan kisah itu didalam salah satu kitab hadits para Imam dan ulama ahli hadits yang bisa dipercaya, alias kisah itu adalah cerita fiksi yang bersumber dari hadits PALSU. (hadits=berita tentang ucapan dan perbuatan Rasulullah SAW)

http://insan-awam.blogspot.com/2013/07/hadits-palsu-kisah-pengemis-yahudi-buta.html 


Assalamu'alaikum Wr Wb
Banyak kita temui di dunia maya/internet kisah tentang "Rasulullah Dan Seorang Pengemis Yahudi Buta", bahkan kisah itu sudah sangat masyur karena telah dipublikasikan oleh salah satu situs media dakwah Islam sejak tahun 2010, bahkan saya lihat ada salah satu blog yang sudah memposting sejak tahun 2008. Terlebih lagi saya dengar dari teman bahwa kisah ini pernah dibawakan oleh salah satu Ustadz di acara di sebuah stasiun TV swasta nasional.
Apakah kisah ini benar adanya? apakah hadits yang menjadi rujukan kisah ini ada?
Ternyata setelah dicari-cari kami TIDAK menemukan kisah itu didalam salah satu kitab hadits para Imam dan ulama ahli hadits yang bisa dipercaya, alias kisah itu adalah cerita fiksi yang bersumber dari hadits PALSU. (hadits=berita tentang ucapan dan perbuatan Rasulullah SAW)
Memang sepintas hadits ini berisikan tentang kemuliaan akhlak Rasulullah Muhammad SAW, tetapi ada misi tertentu yang mungkin sengaja ingin disebarkan oleh si pengarang hadits/kisah itu. Yang kami tangkap salah satu misinya adalah agar kita lebih bisa bertoleransi atau bermesra-mesra kepada ummat non-muslim khususnya yahud.
Untuk lebih jelasnya kami akan ungkapkan kepalsuaan kisah/hadits tersebut.

Kecacatannya :
1.      Kisah tersebut tidak jelas Sanad-nya, sumbernya tidak ada, perawi tidak ada, derajat hadits-nya juga tidak jelas, dan tidak akan kita temukan di kitab-kitab para ahli hadits.
2.      Tertulis di kisah itu bahwa kejadian itu terjadi di Madinah pada masa akhir kehidupan Rasulullah SAW, padahal kita ketahui bahwa masa itu Madinah telah lama dikuasai oleh Umat Muslim, dan Rasulullah SAW sebagai pimpinannya. Jadi tidak mungkin seorang Yahudi secara terang-terangan menghina Rasulllah SAW di depan orang banyak/pasar.
3.      Matannya bertentangan dengan firman Allah SWT  di Al-Qur’an Surat Al-Fath 29: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, . . ." (QS. Al-Fath: 29)
4.      Matannya bertentangan dengan firman Allah SWT  di Al-Qur’an Surat Al-Maidah 54: "Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela." (QS. Al-Maidah: 54)
5.      Matannya bertentangan dengan hadits yg lebih kuat tentang Ka’ab bi Asyraf, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang bersedia membunuh Ka’ab al-Asyraf untuk saya.” Muhammad bin Maslamah saudara Bani Abdul al-Asyhal berkata, “Saya bersedia melakukannya untuk anda ya Rasulullah. Saya akan membunuhnya.” Beliau berkata, “Lakukanlah jika engkau mampu.” Ia berkata, “Ya Rasulullah, kita mesti mengatakan.” Beliau berkata, “Katakanlah oleh kalian, ‘Apa yang tampak bagi kalian, kalian bebas dalam hal itu.’ (Ket : Dikeluarkan al-Bukhari hadits no.2510, 3031, 3032. dalam kitab ringkasannya hadis no.4037. Muslim hadits no.1801 dari hadits Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu. Barangsiapa yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kisah Ka’ab bin al-Asyraf dapat merujuk kitab “Al-Bidayah wa al-Nihayah karya Ibnu katsir, jilid IV/6-10. Fathul Bari (V/169), (VI/184-185) dan (VII/ 390-395). Syarah Muslim an-Nawai (XII/403) dan kitab rujukan lainnya.
6.      Matannya bertentangan dengan hadits yg lebih kuat yang Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, beliau menuturkan, pernah ada seorang lelaki buta memiliki seorang budak wanita, dan budak ini mengandung anaknya. Ia sering sekali mencaci Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mencelanya. Lelaki tadi melarangnya, namun wanita tersebut tidak mau berhenti; dan dia mencegahnya, namun budak wanita tadi tidak bisa dicegah. Kemudian pada suatu malam wanita tadi mencela Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mencacinya. Maka si lelaki tadi mengambil Mighwal (pedang tipis) dan meletakkannya di atas perut wanita tadi, lalu menindihnya sehingga dia terbunuh. Tapi bersamaan dengan kematiannya, bayi yang ia kandung keluar dari kedua selangkangan kakinya. Farji perempuan itu penuh dengan darah. Esoknya, kejadian itu disampaikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu beliau mengumpulkan para sahabatnya dan bersabda, "Aku bersumpah kepada Allah untuk mencari lelaki yang telah melakukan apa yang dilakukannya, dan aku berkewajiban untuk menghukumnya, kecuali jika dia memberikan hujjah." Kemudian seorang lelaki buta datang dan berjalan melewati orang-orang dengan badan gemetar sehingga ia duduk di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Sejenak dia berkata, "Ya Rasulullah, aku-lah pemilik budak itu. Dia selalu mencaci dan mencelamu. Telah kularang dia, tapi tetap saja dia tidak mau berhenti. Dan telah kucegah dia, tapi dia tidak dapat dicegah. Aku memiliki dua orang anak dari hubunganku dengannya seperti dau buah permata, dan dia pun sangat sayang padaku. Namun semalam, dia kembali mencaci dan mencelamu. Lalu kuambil pedang dan kuletakkan di atas perutnya. Kemudian kutindih dia sehingga dia mati terbunuh." Mendengar kesaksiannya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Saksikanlah oleh kalian semua bahwa darahnya tumpah sia-sia." (HR. An-Nasa'i dan Abu Dawud)
7.      Matannya bertentangan dengan hadits yg lebih kuat: Ibnu 'Abbas berkata, "Seorang wanita dari kabilah Khathamah, bernama Asma' binti Marwan, mengejek nabi shallallahu 'alaihi wasallam  melalui syairnya. Mendengar ejekan tadi, Nabi berkata kepada para sahabatnya, "Siapa yang siap menyelesaikan urusan wanita itu untukku?" Seorang lelaki bernama Umair bin Adi bin Al-Khatami berdiri, "saya" Lalu ia pergi mencari wanita tadi dan lalu membunuhnya. Setelah menyelesaikan tugasnya, dia langsung kembali dan melaporkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliaupun kemudia bersabda, "Kambing betina sudah tidak bisa lagi menanduk." Umair lalu menuturkan, "Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berpaling kepada para sahabat yang ada di sekelilingnya, dan kemudian berkata, "Apabila kalian ingin melihat seorang lelaki yang menolong Allah dan Rasul-Nya secara diam-diam dan tidak diketahui orang, maka lihatlah kepada Umair bin Adi." (Disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam Ash-Sharim Al-Maslul, hlm. 95)
8.      Selain itu artikel itu di akhir cerita menceritakan bahwa Abu Abu Bakar Ash-shidiq berbohong, apakah bisa dipercaya orang se-level Abu Bakar Ash-shidiq r.a berbohong? lihat penggalan kisah itu: Abubakar menjawab, "Aku orang yang biasa." "Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," bantah si pengemis buta itu dengan ketus "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku." Abubakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah saw."
Demikian penjelasan singkat ana, Wallahu'alam bishowab
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Abu Aulia



"POST SEBELUM INI YANG DISHARE"

KALIAN BOLEH RUJUK KISAH YANG TELAH TERSEBAR KEPADA PEMBACA




Kisah ini amat baik untuk dikongsikan di sini. Ia ada berkait rapat dengan ‘dakwah bil hikmah’ yang mana Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam berjaya membuat orang tertarik dengan Islam dengan hanya melakukan perbuatan sahaja.
.
Di suatu sudut pasar Madinah Al-Munawarah, terdapat seorang pengemis tua yang buta berbangsa Yahudi, setiap hari apabila ada orang yang menghampirinya, dia selalu berkata,“Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, pembohong, tukang sihir, apabila kamu mendekatinya kamu akan dipengaruhinya.”
.
Setiap pagi Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam mendatanginya dengan membawa makanan dan tanpa berkata sepatah perkataan pun, Baginda Sallallahu’alaihi wasallam menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam melakukannya sehingga menjelang Baginda wafat.
Setelah kewafatan Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
.
Suatu hari Abu Bakar, Radi-Allahu anhu, as-Siddiq berkunjung ke rumah anaknya Aisyah Radi-Allahu anha. Beliau bertanya kepada anaknya, “Wahai anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah Radi-Allahu anha menjawab pertanyaan ayahandanya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah, hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja.”
“Apakah itu wahai anakku?”Tanya Abu Bakar Radi-Allahu anhu.
 “Setiap pagi Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi yang buta yang berada di sana.” Jawab Aisyah Radi-Allahu anha.
.
Keesokan harinya, Abu Bakar Radi-Allahu anhu membawakan makanan dan menemui pengemis Yahudi buta tersebut.
Pengemis Yahudi buta ini selalu menjerit-jerit dan berkata kepada orang yang mendekatinya;“Wahai saudaraku… janganlah kamu mendekati Muhammad. Jangan sampai kamu terpedaya dengan tipu dayanya. Dia itu orang gila, tukang sihir, suka menyebarkan fitnah dengan agama barunya..!!”


Kata-kata itu kerap meluncur keluar dari mulut si pengemis tanpa henti setiap hari. Perkataan buruk yang merendahkan darjat seorang nabi. Abu Bakar Radi-Allahu anhu pun kehairanan, kenapa Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam tetap memberi makan kepada orang yang menghinanya setiap hari.
.
Sesampai sahaja di hadapan pengemis itu, Abu Bakar Radi-Allahu anhu terus memberikan makanan. Ketika Abu Bakar Radi-Allahu anhu mulai menyuapinya, pengemis itu mengherdik sambil berteriak, “Siapakah engkau?”
Abu Bakar Radi-Allahu anhu menjawab, “Aku adalah orang yang setiap hari dating dan memberi kamu makan..”
Abu Bakar Radi-Allahu anhu meyakinkan bahawa beliau adalah orang yang setiap hari memberikan ia makanan. Akan tetapi pengemis Yahudi buta itu tidak percaya kerana orang yang selalu memberinya makanan jauh lebih lembut dan lebih sabar dalam menyuapinya.
“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa setiap hari memberiku makan..!” Kata si pengemis buta itu.
“Apabila dia (Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam) datang ke sini, aku tidak pernah kesusahan memegang makananku dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu dia berikan padaku dengan mulutnya sendiri,” tambah pengemis itu menyambung kata.
BAHAYA MANUSIA BERTOPENGKAN SYAITAN
Jadilah Insan yang menyampaikan perkara
kebaikan bukan menabur FITNAH
Abu Bakar Radi-Allahu anhu tidak dapat menahan air matanya kerana terharu mendengar akhlak dari Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam. Baginda Sallallahu’alaihi wasallam selalu datang memberi makan dan menyuapi mulut orang yang setiap hari dari kata mulut itu, hanyalah ucapan kotor dan hina yang merendahkan dan melecehkan diri Baginda. Ucapan kotor dan umpatan dibalas dengan suapan makanan dengan kasih sayang. Allahu Akhbar!
.
Dengan linangan air mata, Abu Bakar Radi-Allahu anhu menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang setiap hari memberimu makan, aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Beliau tidak akan datang lagi ke sini untuk memberimu makan.”
Mendengar hal itu, pengemis itu menangis dan berkata, “Apa salahku sehingga dia sudah tidak mahu menemuiku lagi? Sampaikan permintaan maafku sehingga dia mahu mendatangiku lagi..”
“Orang yang mulia itu telah tiada. Beliau sudah meninggalkan dunia ini dan akulah yang akan menggantikan Beliau. Aku adalah Abu Bakar sahabat Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam. Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam adalah orang yang setiap hari menyuapimu..”  Kata Abu Bakar Radi-Allahu anhu.
.
Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar Radi-Allahu anhu, seketika itu juga linangan air mata pengemis Yahudi buta makin deras membasahi pipinya, dia menangis menyesal dan kemudian berkata, “Benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya dan melecehkan harga dirinya, dia tidak pernah memarahiku sedikit pun, dia tetap mendatangiku setiap hari dengan membawa makanan dan dengan sabar menyuapiku, dia begitu mulia.”
 .
“Kalau begitu, aku mahu kamu menjadi saksi. Aku ingin mengucapkan kalimah syahadah dan aku memohon keampunan Allah.” Ujar pengemis buta itu lagi.
Ketika itu juga, pengemis Yahudi tua yang buta tersebut mengucapkan dua kalimat Syahadah dan memeluk Islam di hadapan Abu Bakar Radi-Allahu anhu. Keperibadian Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam telah memikat jiwa pengemis itu untuk mengakui ke-Esaan Allah SWT..
.
Dari cerita ini, jelas sudah betapa tingginya akhlak Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam. Baginda tidak pernah membenci orang yang mengumpatnya. Bahkan Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam tidak pernah membenci orang Yahudi atau Nasrani.

Kebencian antara makhluk tidak diajar dalam Islam
Jalinan Silaturrahim itu Yang Terbaik.
.
Dari Jabir Radi-Allahu anhu meriwayatkan bahawa Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallambersabda, “Di antara kamu orang yang paling aku cintai dan orang yang paling hampir kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang baik akhlaknya.” (Hadith Riwayat At-Tirmizi r.a.)

Jadilah Insan Yang Beiman & Ahklak Yang Terpuji
Kemarahan Bukan Jalan Penyelesaian.

.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَمْ وَرَحْمَةُ اللهُ وَبَرَكَاتُه


والله أعلم بالصواب
Wallahu A’lam Bish Shawab
 (Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)

1 comment:

  1. Ternyata setelah dicari-cari kami TIDAK menemukan kisah itu didalam salah satu kitab hadits para Imam dan ulama ahli hadits yang bisa dipercaya, alias kisah itu adalah cerita fiksi yang bersumber dari hadits PALSU. (hadits=berita tentang ucapan dan perbuatan Rasulullah SAW)

    http://insan-awam.blogspot.com/2013/07/hadits-palsu-kisah-pengemis-yahudi-buta.html

    ReplyDelete